Kyūshoku, Makan Siang Sekolah

Makanan sekolah merupakan sebuah tradisi yang dimulai pada awal abad ke 20. Setelah Perang Dunia II, yang menyebabkan Jepang hampir menuju wabah kelaparan, penyediaan makanan sekolah diperkenalkan di kawasan urbah. Makan siang sekolah diperluas hingga ke seluruh sekolah dasar di ahun 1952, dan dengan penetapan Undang-undang Makan Siang Sekolah, makan siang menyentuh ke sekolah tingkat lanjut pada tahun 1954.

Makan siang sekolah umumnya mencakup roti atau roti gulung, susu bubuk yang diseduh (yang lalu diganti dengan susubotol dan kemasan, pencuci mulit, dan hidangan yang berganti setiap harinya.Makanan lainnya mencakup protein yang tidak mahal seperti kacang-kacangan kukus, ikan goreng, dan daging paus (sampai tahun 1970an). Penyediaan nasi diperkenalkan pada tahun 1976 sejak adanya surplus beras yang didistribusikan pemerintah pada tahun 1980an. Steak,masakan rebusan, dan kari Jepang juga sering dihidangkan.

Pada tahun 2004, 99% siswa sekolah dasar di Jepang dan 82% siswa sekolah tingkat lanjut memiliki program kyūshoku (makan siang sekolah). Makanan dihasilkan oleh petani setempat, hampir tidak pernah dibekukan, memiliki batasan diet, dan jenisnya sama untuk setiap siswa. Anak-anak di berbagai distrik tidak bisa membawa makanan mereka sendiri ke sekolah hingga mereka menyentuh SMA, dan sekolah tidak memiliki mesin jual otomatis. Anak-anak diajarkan untuk memakan apa yang mereka sajikan sendiri.

Namun kotak makan bento didesain oleh ahli gizi untuk menyediakan makanan seimbang dan enak untuk anak-anak, terutama bagi yang senang tidak menyukai makanan jenis tertentu dan senang memakan makanan yang tidak sehat. Meski pemerintah Jepang menetapkan panduan nutrisi dasar, peraturan yang ditetapkan cenderung minimal. Tidak semua makanan sekolah memenuhi panduan kalori yang sesuai. Pemerintah pusat memiliki kebijakan untuk bertindak jika menemukan sekolah yang menyajikan makanan yang tidak sehat, namun tidak tahu bagaimana melakukan penilaian.

bento

Karena hal ini pula yang menyebabkan standar makanan sekolah cenderung setara dengan restauran. Bahkan telah ada buku masak yang menyajikan pilihan makanan sekolah terbaik, diterbitkan oleh Adachi Ward.Berbagai makanan disajikan seperti naengmyeon, tom yam, ma pu tofu, hingga makanan barat seperti spaghetti. Namun, berlawanan dengan persepsi masyarakat, makanan Jepang tidak secara otomatis dapat dinyatakan sehat. Misal seperti ayam goreng tepung,ramen asin dalam mangkuk dengan daging babi, dan tempura. Namun seperti semua jenis masakan, makanan Jepang dapat dibuat sehat.

Di sekolah dasar maupun sekolah lanjut, siswa yang ditugasi akan mengenakan kain dan topi putih dan melayani teman sekelas mereka, yang lalu makan siang bersama di ruang kelas maupun di kafetaria. Untuk menjadikan makan siang terjangkau, pemerintah setempat membayar biaya tenaga kerja, namun orang tua siswa membayar bahan baku makanan setiap bulannya. Umumnya berkisar antara 250 hingga 300 Yen dengan biaya yang lebih rendah, bahkan gratis, bagi keluarga miskin.

Berikut kita dapat menyimak makan siang sekolah di Jepang

sumber: dari beberapa sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s