Beijing Opera

Opera Beijing berasal dari periode tengah dari Dinasti Qing (1644-1911). Pada tahun ke-55 pemerintahan Kaisar Qianlong (1790), empot rombongan teater paling terkenal di Anhui – Sanqing Troupe, Sixi Troupe, Chungong Troupe dan Chun Troupe pergi ke Beijing untuk menampilkan pertunjukkan opera mereka dan kemudian mereka memperoleh keberhasilan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kemudian dengan beradaptasi dengan lingkungan setempat, dengan campuran karakteristik dialek Beijing, maka Opera Beijing pun terbentuk. Meskipun dibentuk di Beijing, tapi bukan merupakan opera asli penduduk setempat, Opera Beijing merupakan peleburan dari berbagai jenis Opera.

Opera Beijing merupakan kombinasi terbaik dari sastra, musik, tari, seni bela diri, akrobat dan kesenian lain yang tersedia. Berbeda dari opera, pantomim dan drama, Opera Peking adalah jenis seni yang berisi adegan menyanyi, berbicara, berakting dan berkelahi. Ini memungkinkan para penonton untuk terinspirasi bukan hanya dari bahasa tetapi juga dari musik, fisik dan seni rupa.

Alat musik yang digunakan ada 2 jenis yaitu petik dan pukul, tapi yang menjadi alat musik utamanya adalah “Jinghu”. Dengan iringan musik Aktor dan aktrisnya akan menyanyi dan juga melakukan berbagai gerakan seperti mengelus janggut, membenarkan posisi topi, menaikkan lengan baju, atau mengangkat kaki.

  Jinghu

Gerakan-gerakan tersebut adalah wujud dari emosi yang diekspresikan oleh pemain di atas panggung, setiap gerakannya mengandung arti tersembunyi dan tidaklah mudah memahami arti dari gerakan-gerakan tersebut. Adegan pertarungan dalam Opera Beijing mengkombinasikan ilmu beladiri dan ilmu akting yang baik. Adegan dimainkan oleh dua orang atau kelompok, menampilkan berbagai atraksi akrobat yang gesit dan lincah sehingga tidak bosan untuk ditonton.

Satu hal yang menjadi ciri khas Opera adalah dandanannya. Dandanan yang digunakan aktor di Opera Beijing memiliki karakteristik khusus untuk menampilkan karakter dengan peran spesifik. Menggunakan warna-warna tertentu pada wajah aktor untuk melambangkan karakter dan kualitas, peran dan takdir tidak hanya karakteristik utama Beijing Opera, tetapi juga kunci untuk memahami alur cerita opera.

Wajah yang dicat merah mewakili karakter yang memiliki kesetiaan dan kesopanan; wajah dicat hitam mewakili keberanian dan bijaksana; biru dan yang hijau, mewakili pahlawan yang berani, Warna kuning dan putih merupakan peran yang paling dihina, mewakili kekejaman dan kepalsuan; Warna emas dan perak memiliki unsur mistis, mewakili dewa atau monster.

Opera Beijing menggunakan kostum yang disebut Xingtou, sebuah istilah umum yang digunakan untuk kostum segala jenis peran, termasuk gaun panjang, pakaian pendek, baju besi, topi pelindung kepala, sepatu bot dan sepatu, serta pakaian asisten atau hal-hal yang melekat pada kostum. Setiap kostumnya mewakili karakteristik tertentu dan kepentingan tertentu untuk menarik perhatian penonton.

Mengambil contoh pakaian sehari-hari di zaman Cina kuno sebagai dasarnya, meniru gaya berpakaian dari Dinasti Ming dan kemudian mengambil karakteristik dan gaya pakaian dari Dinasti Qing serta pakaian dari Baqi (Organisasi militer bangsa Manchu di Dinasti Qing).

Secara bersamaan, Opera Beijing memberikan kesempatan untuk menghargai harmoni tarian dan musik yang menyenangkan, stylish dan artistik. Pertunjukkan Opera Beijing dikagumi karena penampilannya yang sangat bersemangat dan kostum indah mereka yang berwarna-warni. Ini adalah bagian utama dari permodelan karakter di atas panggung.

Tema Opera Beijing selalu didasarkan pada perjuangan politik dan militer dari kisah sejarah; karena sebagian besar ceritanya diambil dari sebuah novel sejarah. Opera Beijing memiliki banyak cerita; dikatakan bahwa jumlah ceritanya ada sekitar 3.800. Saat ini, cerita yang dimainkan terdiri dari tiga macam: drama tradisional, drama baru yang ditulis dengan sejarah dan drama modern.

Salah satu cerita yang terkenal adalah “Battle of Chibi” yang diadaptasi dari novel “The Romance of the Three Kingdoms”, bercerita tentang pasukan tentara negara Wei yang sangat kuat, dikalahkan oleh aliansi negara Wu dan Shu yang dipimpin oleh Zhou Yu dan Zhuge Liang.

Opera Beijing, yang dikenal sebagai esensi drama nasional Cina, memiliki pengaruh yang sangat besar di Cina dan luar negeri. Sebagai bentuk seni yang perkembangannya berjalan seiring dengan waktu, Opera Beijing penuh dengan semangat nasionalisme bangsa Cina dan juga menampilkan karakteristik bangsa Cina: Tulus dan hangat, optimis dan berkedudukan.

Oleh karena itu, saat ini tidak dapat dianggap sebagai tahun-tahun terakhir opera Beijing, karena opera ini tidak akan pernah menjadi tua, masih memiliki banyak memelihara potensi untuk melengkapi dirinya. Opera Beijing akan terus berusaha keras untuk mencapai tempat yang layak dimilikinya, sebuah status dimana tidak ada bentuk-bentuk seni lain yang dapat menggantikannya

Berikut kita simak tentang Opera Beijing atau Peking Opera

sumber: dari beberapa sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s