Sedapnya Tahu

Tahu berasal dari kata serapan dari bahasa Hokkian yang berarti kedelai yang difermentasi.Tahu pertama kali muncul di Tiongkok pada zaman Dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penyebarannya dibawa oleh perantau dari China ke Asia timur dan Asia barat sampai akhirnya ke seluruh dunia. Penyebaran ini mungkin bersamaan dengan penyebaran ajaran Budha karena tahu menjadi bahan penting dalam memenuhi kebutuhan protein para imam Budha yang menerapkan diet vegetarian.

Tahu adalah makanan yang dibuat dari endapan perasan biji kedelai yang mengalami koagulasi. Tahu berasal dari Tiongkok, seperti halnya kecap, tauco, bakpau, dan bakso. Nama “tahu” merupakan serapan dari bahasa Hokkian (tauhu) (Hanzi: 豆腐, hanyu pinyin: doufu), yang secara harfiah berarti “kedelai terfermentasi”. Tahu telah dikenal di Tiongkok sejak zaman dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya adalah Liu An (Hanzi: 劉安) yang merupakan seorang bangsawan, cucu dari Kaisar Han Gaozu, Liu Bang yang mendirikan dinasti Han.

Fried Tofu in Chinese Sesame Soy Sauce

Versi tahu yang dikenal di Jepang adalah tofu. Tofu lebih lunak dan kurang tahan terhadap pengolahan. Tofu dan tahu dibawa para perantau Cina ke seluruh penjuru dunia sehingga menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara, lalu juga akhirnya ke seluruh dunia.

Japanese soft tofu, nori(dried seaweed) and soy sauce

Tahu telah mengalami indigenisasi di Indonesia sehingga muncul berbagai varian tahu serta panganan berbahan tahu. Tampilan luar tahu ada yang berwarna putih maupun kuning. Karena populernya, tahu menjadi bagian tak terpisahkan tempat makan berbagai tingkat sosial di Indonesia, bersama-sama dengan tempe.

Tahu dikenal di Indonesia pada tahun 1900 dari imigran Tiongkok. Ada dua daerah di Indonesia yang tercatat sebagai awal mula tahu dibuat. Di Sumedang dimulai pada tahun 1911, mulanya untuk konsumsi rumah tangga Ong Kino (seorang imigran China).

Pepes tahu

 

sumber: dari beberapa sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s