Batik Solo


Surakarta atau yang dikenal dengan Solo, adalah kota yang lekat dengan berbagai budaya. Slogan The Spirit of Jawa yang dimiliki kota Solo merupakan slogan yang memiliki tekad untuk melestarikan budaya Jawa. Selain dikenal sebagai kota budaya, Solo dikenal juga sebagai Kota Batik. Motif batik yang dihasilkan perajin Batik sangat beragam. Sentra batik yang terkenal di Solo adalah kampung Laweyan dan Kauman. Batik telah berurat akar dan diturunkan oleh para leluhur
Batik merupakan identitas bangsa Indonesia. Dahulu membatik menjadi mata pencaharian perempuan Jawa. Bahkan pekerjaan membatik dikenal sebagai pekerjaan yang eksklusif. Batik Solo memiliki ciri khas baik batik tulis maupun cap. Bahan pewarnanyapun lokal yaitu soga. Batik Sidomukti dan Truntum merupakan motif yang terkenal.
Setiap motif batik Solo memiliki makna tersendiri. Motif batik Solo beragam dan memberikan harapan kebaikan bagi yang memakainya. Berikut beberapa motif batik Solo dan maknanya.
1. Motif Batik Parang Rusak, Barong, dan Kawung
Motif ini sangat sakral, hanya boleh dipakai oleh Raja dan keluarganya.

2. Motif Batik Sidomukti


Motif ini biasanya dipakai untuk acara pernikahan. Motif ini bermakna terus menerus dan ukti yang artinya berkecukupan. Agar di pemakai selalu bahagia dengan dilimpahi rejeki yang berkecukupan.

3. Motif batik Truntum.
Biasanya motif kain batik Truntum dipakai oleh orang tua pengantin. Memiliki makna menuntun yang artinya orang tua sebagai penuntun agar anak menjadi keluarga yang bahagia. (truntum mangkoro yang di ciptakan oleh permaisuri Paku Buwana III)

4. Motif batik Satrio Manah


Motif ini dipakai saat wali pengantin pria pada saat acara lamaran. Memiliki makna agar calon pengantin pria dapat diterima oleh calon pengantin wanita dan keluarganya.
5. Motif batik Sidoasih
Motif batik ini memiliki arti keluhuran. Si pemakai mengharapkan kebahagiaan hidup. Motif ini dikembangkaan saat pemerintahan SISKS PB IV di keraton Surakarta.

6. Motif Bokor Kencana


Memiliki motif geometris yang berpola dasar berbentuk lung-lungan memiliki arti harapan , keagungn dan kewibawaan. Motif kain batik ini dipakai pertama kali dibuat dan dikenakan oleh PB XI.

7. Motif Batik Sekar Jagad


Motif ini memiliki arti kumpulan bunga sedunia yang mencerminkan keindahan dan kelururan kehidupan di dunia. Motif ini mulai berkembang di abad 18.

8. Motif batik SidomulyoMotif ini memiliki makna harapan akankemuliaan, kemakmuran dan kehidupan yang baik.

9. Motif batik Udhan Liris


Motif ini memiliki makna bahwa si pemakai selamat , sejahtera dan tabah berprakarsa dalam melaksakan tugas.

Masih banyak motif-matif batik Solo klasik yang memiliki makna agung. Memberikan arti dan harapan akan kebahagiaan keberkahan keberkahan bagi si pemakai. Semoga artikel ini memberikan arti lebih bahwa sebagai bangsa agung dapat ikut melestarikan budaya dan memberikan penghargaan besar terhadap budaya bangsa sendiri.

Sumber: http://www.batik-tulis.com, http://www.akucintanusantara.blogspot.com, & beberapa sumber lainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s