Tentang nunungdkusuma

ibu, pemerhati pendidikan, anak-anak dan lingkungan

Mengenal ETS

ets building

Educational Testing Service (ETS) (www.ets.org) berdiri pada tahun 1947 yang berpusat di Princeton, New Jersey, Amerika. Sebagai lembaga nirlaba, ETS meningkatkan kualitas dan kesetaraan dalam pendidikan bagi individu di seluruh dunia melalui penciptaan pengujian yang berdasar kepada penelitian mendalam.

ETS mengembangkan, mengelola dan menilai lebih dari 50 Juta tes setiap tahunnya yang meliputi TOEFL®, TOEIC®, GRE® dan Praxis Series™ di lebih dari 180 negara dan lebih dari 9.000 lokasi tes di seluruh dunia.

Selain mengembangkan pengujian, ETS juga mengadakan penelitian, analisa dan studi kebijakan dan mengembangkan berbagai macam layanan tambahan dan produk untuk sertifikasi bagi pendidik, lembaga bahasa Inggris dan pendidikan dasar, menengah dan atas.

ETS melayani pelajar, orang tua mereka, intitusi pendidikan dan pemerintah dengan cara:
Listening (mendengarkan) para praktisi pendidikan, orang tua dan pemerhati pendidikan
Learning (memahami) apa yang pelajar dan intitusinya butuhkan
Leading (memimpin) dalam mengembangkan produk dan layanan baru dan inovatif

ETS memiliki karyawan lebih dari 3.200 orang, di mana lebih dari 2.300 orang merupakan tenaga terlatih dan memiliki keahlian dalam bidang pendidikan, psikologi, statistik, psikometri, ilmu komputer, sosiologi, dan humaniora. Hampir 1.000 orang memiliki Magister dengan kemampuan di atas rata-rata dan 390 orang telah mendapatkan gelar Doktor. 1.150 orang mendukung penuh ETS melalui anak perusahaan yang bernama Prometric™.

Misi ETS

Untuk memajukan mutu dan kesetaraan dalam pendidikan dengan memberikan penilaian yang jujur dan valid. Produk dan layanan ETS digunakan untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan, meningkatkan proses pembelajaran dan kinerja pendidikan, dan mendukung pendidikan serta pengembangan profesional untuk semua orang di seluruh dunia.

ETS adalah:
Pengembangan asesmen/tes
Ahli statistik dan psikometrik
Terdepan dalam pengembangan alat ukur kemampuan/keterampilan
Ahli dalam tes berstandar global
Peneliti
Spesialis dalam kebijakan pendidikan

TOEIC

TOEIC® (Test of English for International Communication) adalah tes mengukur kemampuan berbahasa Inggris untuk mereka yang bahasa sehari-harinya bukan bahasa Inggris. Tes TOEIC® mengukur kemampuan bahasa Inggris untuk individu yang sedang belajar atau bekerja dilingkungan global. Skor TOEIC® menunjukkan seberapa baik seseorang dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris dalam dunia pendidikan, bisnis, perdagangan dan industri. Tes ini tidak memerlukan pengetahuan atau istilah khusus selain dari bahasa Inggris yang dipergunakan sehari-hari.
TOEIC® mengukur secara objektif dan akurat mengenai kemampuan berkomunikasi seseorang dalam bahasa Inggris. Tes ini dirancang berdasarkan kondisi sehari-hari yang dijalani setiap orang sehingga tes ini sangat mudah dipahami dan dirasakan langsung manfaatnya karena berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari yang dialami setiap orang di lingkungannya.

TOEFL

Test of English as a Foreign Language disingkat TOEFL adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris . Jenis tes bahasa Inggris TOEFL ini pada umumnya diperlukan untuk persyaratan masuk kuliah pada hampir semua universitas di Amerika Serikat dan Kanada baik untuk program undergraduate (S-1) maupun graduate (S-2 atau S-3). Hasil tes TOEFL ini juga dipakai sebagai bahan pertimbangan mengenai kemampuan bahasa Inggris dari calon mahasiswa yang mendaftar ke universitas di negara lain, termasuk universitas di Eropa dan Australia. Secara umum, tes TOEFL lebih berorientasi kepada American English.

GRE

Tes GRE diambil oleh mereka yang mendaftar ke program-program pascasarjana dalam bidang ilmu alam, teknik mesin, ilmu sosial, bisnis, kemanusiaan dan seni, pendidikan, atau bidang-bidang lain, dan juga bagi mereka yang mendaftar ke program-program MBA. Tes ini disusun untuk membantu sekolah pascasarjana, sekolah bisnis dan sponsor beasiswa diseluruh dunia untuk menilai kualifikasi pendaftar ke program-program mereka.

Tes Subyek GRE dapat membantu Anda untuk menonjol di antara pendaftar lain dengan menekankan pengetahuan Anda dan tingkat keahlian Anda di area tertentu. Tes Subyek GRE mengukur pencapaian sarjana (S1) di 8 bidang studi berikut:

  • Biokimia, Sel dan Biologi Molekular
  • Biologi
  • Kimia
  • Ilmu Komputer
  • Inggris Literatur
  • Matematika
  • Fisika
  • Psikologi

Setiap Tes Subyek mengasumsi bidang jurusan sarjana atau bidang lainnya yang lebih luas. Tes-tes ini diberikan di pusat layanan berbasis-kertas yang sah di seluruh dunia, yang diadakan tiga kali per tahun, yaitu pada bulan Oktober, November, dan April.

Seminar Sosialisasi dan Tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI)

Hasil gambar untuk aku cinta bahasa indonesia

Dalam rangka memperingati bulan bahasa 2016, UPT BAhasa Universitas Sebelas Maret Surakarta menyelenggarakan Seminar Sosialisasi dan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).Seminar akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 12 November 2016. Pukul 08.00-16.00 WIB. GRATIS untuk dosen, karyawan dan mahasiswa UNS serta masyarakat umum. Tempat terbatas 150 kursi. Fasilitas: Seminar kit, sertifikat, kudapan dan makan siang. Informasi dan Pendaftaran di UPT Bahasa UNS 0271 632418, 0811264829

Budaya minum teh di Cina

Hasil gambar untuk tradisi minum teh di cina

Budaya teh Tionghoa merujuk pada cara-cara menyiapkan teh pada saat meminum teh di Cina. Budaya teh Tionghoa ini berbeda dalam cara menyiapkan, rasa, dan  saat untuk meminum teh dengan yang di negara Eropa, seperti Inggris dan negara Asia lainnya, seperti Jepang. Teh memang masih dikonsumsi rutin, baik dalam acara santai maupun acara resmi. Selain menjadi minuman yang disukai umum, teh juga digunakan sebagai minuman tradisional dan untuk pengobatan.

Minum teh telah menjadi semacam ritual di kalangan masyarakat Tionghoa. Di Cina, budaya minum teh dikenal sejak 3.000 tahun sebelum Masehi (SM), yaitu pada zaman Kaisar Shen Nung berkuasa. Bahkan, berlanjut di Jepang sejak masa Kamakaru (1192 – 1333) oleh pengikut Zen.

Tujuan minum teh, agar mereka mendapatkan kesegaran tubuh selama meditasi yang bisa memakan waktu berjam-jam. Pada akhirnya, tradisi minum teh menjadi bagian dari upacara ritual Zen.

Selama abad ke-15 hal itu menjadi acara tetap berkumpul di lingkungan khusus untuk mendiskusikan berbagai hal.

Meski saat itu belum bisa dibuktikan khasiat teh secara ilmiah, namun masyarakat Tionghoa sudah meyakini teh dapat menetralisasi kadar lemak dalam darah, setelah mereka mengonsumsi makanan yang mengandung lemak.

Mereka juga percaya, minum teh dapat melancarkan buang air seni, menghambat diare, dan sederet kegunaan lainnya.

Kebiasaan meminum teh

Terdapat berbagai adat khusus mengenai bagaimana teh disiapkan dan diminum di Cina

  • Sebagai bentuk penghormatan

Di dalam masyarakat tradisional Cina, anak muda menunjukkan penghormatannya pada yang lebih tua dengan menawarkan secangkir teh. Saat liburan, pergi ke restoran untuk minum teh bersama orang yang lebih tua merupakan hal yang umum. Di masa lalu, orang dengan kasta yang lebih rendah menyajikan teh kepada orang dengan kasta lebih tinggi. Namun dengan liberalisasi masyarakat Cina sekarang, adat kebiasaan ini mulai memudar. Kadang kala orang tua menuangkan anaknya secangkir teh untuk menunjukkan kepedulian, atau bahkan seorang bos menuangkan teh untuk anak-anak buahnya untuk membentuk relasi yang baik.Bagaimanapun juga, dalam acara resmi, adat mendasar tetap ditaati.

  • Acara Keluarga

Setelah anak-anak meninggalkan rumah untuk kerja/menikah, mereka jadi jarang menghabiskan waktu waktu dengan orang tua. Maka, pergi ke restoran dan minum teh menjadi kegiatan yang penting untuk membentuk lagi ikatan keluarga. Setiap hari minggu restoran di Cina penuh dengan keluarg, apalagi saat liburan. Fenomena ini membuktikan pentingnya teh dalam nilai kekeluargaan di Cina.

  • Permintaan Maaf

Menawarkan teh bisa menjadi bagian dari permintaan maaf resmi di budaya Cina. Misalnya, seorang anak yang sudah salah bertingkah laku bisa menyajikan teh ke orang tuanya sebagai tanda penyesalan dan meminta ampun.

  • Sebagai tanda terima kasih dan merayakan pernikahan

Pada upacara pernikahan adat Cina, mempelai pria dan wanita berlutut di depan orang tua masing-masing dan memberikan teh kemudian berterima kasih pada mereka. Hal ini merupakan cara yang sopan dan saleh untuk mengekspresikan bentuk terimakasih karena telah dibesarkan. Dalam beberapa acara, mempelai pria menyajikan teh ke orang tua mempelai wanita, dan sebaliknya untuk menandakan penggabungan dua keluarga.

https://sacunslc.files.wordpress.com/2016/10/86f96-teh2.jpgTeh merupakan sumber utama pendapatan bagi desa di Wujiatai, yang terletak di wilayah pegunungan barat provinsi Hubei China tengah. Desa ini telah terkenal sebagai penghasil teh sejak dinasti Qing ketika dipuji oleh Kaisar Qianlong.

sumber: dari beberapa sumber

Pasar Ikan Tsukiji

Hasil gambar untuk pasar tsukiji jepang

Pasar Tsukiji (築地市場 Tsukiji shijō) atau populer sebagai pasar ikan Tsukiji adalah pasar induk yang berada di Tsukiji, distrik kota Chūō, Tokyo. Pasar ini merupakan pusat grosir hasil laut dan hasil pertanian. Buka setiap pagi, kecuali hari Minggu, hari libur, dan hari libur pasar di Jepang (biasanya Rabu).

Pasar Tsukiji mulai beroperasi secara resmi pada 2 Februari 1935, dan merupakan pasar yang tertua di antara 11 Pasar Pusat Grosir Metropolitan Tokyo. Setiap harinya dilelang hasil laut sebanyak 2.080 ton dan sayuran/buah sebanyak 1.180 ton, dan membuatnya sebagai pasar ikan terbesar di Jepang.

Kawasan sekitar Pasar Tsukiji disebut Pusat Perbelanjaan Luar Pasar Tsukiji (築地場外市場商店街 Tsukiji jōgai shijō shōtengai) atau populer sebagai jōgai shijō (pasar bagian luar). Selain ramai dengan toko hasil laut, di pusat perbelanjaan terdapat banyak rumah makan, terutama sushi, dan toko eceran berbagai jenis barang. Kawasan bagian luar pasar adalah objek wisata yang ramai dengan wisatawan.

Kegiatan Lelang

Peningkatan dalam jumlah kunjungan wisatawan (terutama wisatawan mancanegara) menyebabkan masalah sanitasi di Tsukiji. Pihak pasar mendapat kesulitan dalam mengatur suhu ruang akibat keluar masuknya banyak orang. Wisatawan juga sering mengganggu kegiatan lelang dan transaksi di pasar, terutama lelang tuna di pagi hari. Berdasarkan alasan tersebut, wisatawan tidak lagi diizinkan untuk memasuki tempat pelelangan tuna.

Hasil gambar untuk pasar tsukiji jepang

Hasil tangkapan dari seluruh dunia tiba di Pasar Tsukiji mulai pukul 17.00 petang hari sebelumnya. Ikan tuna mulai dipamerkan kepada pialang peserta lelang yang memeriksa kualitas barang dan menaksir harga sejak pukul 03.00 dini hari. Lelang ikan tuna dimulai pukul 05.30 yang diikuti pialang dan pembeli terdaftar. Pukul 07.00 pagi, pialang mulai membawa hasil tangkapan dari tempat lelang ke toko masing-masing di kompleks pasar. Barang-barang yang dibeli dari lelang atau dari pialang mulai dimuat ke dalam truk oleh pedagang pengecer untuk dibawa ke pasar atau toko masing-masing di kota. Antara pukul 08.00 hingga pukul 10.00, pasar sangat ramai dengan orang dan truk yang keluar masuk. Pada pukul 11.00, toko milik pialang mulai tutup, dan petugas kebersihan mulai menjalankan tugasnya mulai pukul 13.00.

Sejarah Pasar

Hasil gambar untuk tsukiji fish market 1935

Pasar Tsukiji bermula dari pasar ikan dekat jembatan Nihonbashi yang melayani kebutuhan penduduk Tokyo sejak zaman Edo. Ketika terjadi gempa bumi besar Kanto September 1923, semua pasar ikan dan pasar basah di Tokyo habis terbakar. Dewan kota memutuskan untuk mendirikan pasar grosir di Tokyo. Salah satunya adalah Pasar Tsukiji. Pemerintah kota membeli lahan tanah negara (bekas lokasi Akademi Angkatan Laut, Pusat Riset Teknologi Angkatan Laut) untuk dijadikan lokasi pasar. Setelah membeli bagian laut yang boleh diuruk, pembangunan pasar dimulai dari menguruk laut selama 3 tahun 3 bulan sejak Maret 1928. Dari total luas lahan 196.729 m², 16.631,4 m² adalah lahan hasil pengurukan. Pembangunan gedung dan fasilitas penunjang berlangsung dari Desember 1930 hingga April 1933, mulai dari lemari es, pabrik es, tempat lelang, ruang penyimpanan pisang, hingga ekspansi jalur kereta api sepanjang 2,710 meter dari Stasiun Kargo Shiodome. Pembangunan semua fasilitas penunjang selesai bulan Agustus 1934.

Pedagang yang mulai berjualan di Pasar Tsukiji sejak tahun 1934 adalah pedagang asal pasar ikan air tawar Nihonbashi, dan pedagang ayam/telur. Pedagang sayuran dan buah mulai berjualan sejak Februari 1935, pedagang ikan laut sejak Juni dan November 1935, diikuti pedagang grosir, pedagang sayuran/buah, pedagang tsukemono, dan pedagang lainnya.

Pada tahun 1937, terjadi Perang Tiongkok-Jepang Kedua, pemerintah menerapkan kebijakan ekonomi terpusat yang menghapus sistem pialang. Setiap keluarga diberi jatah kupon pangan untuk ditukar makanan, dan jumlah barang dagangan yang masuk ke pasar amat sedikit.

Setelah Perang Dunia II berakhir, pemerintah kembali membebaskan kegiatan perdagangan. Barang-barang yang diperdagangkan di pasar semakin banyak. Pedagang grosir semakin banyak sehingga timbul persaingan tidak sehat. Pada tahun 1955, sembilan belas pedagang grosir hasil laut dipaksa untuk merger menjadi 7 pedagang grosir yang ada hingga sekarang. Pedagang grosir sayuran dan buah atas inisiatif sendiri merger menjadi 4 pedagang grosir.

 
Plakat peringatan Daigo Fukuryu Maru

Pada tahun 1954, kapal penangkap ikan Daigo Fukuryū Maru sedang berada di luar daerah bahaya ketika Amerika Serikat mengadakan eksperimen desain Teller-Ulam (Operasi Castle Bravo) di atol Bikini. Setelah kembali ke Jepang, ikan tuna dan cucut selendang yang ditangkap kapal Daigo Fukuryū Maru dilelang di Pasar Tsukiji pada 13 Maret. Hasil tangkapan tersebut ternyata terkontaminasi radioaktif. Lelang dihentikan, dan hasil tangkapan nelayan lain ikut tidak bisa dijual. Hasil tangkapan dikubur di dalam kompleks pasar. Di atasnya didirikan monumen peringatan “tuna bom atom”. Sehubungan dengan pekerjaan proyek renovasi pasar yang berlangsung sejak 2006, monumen dipindahkan sementara ke Gedung Pameran Daigo Fukuryu Maru di Yumenoshima, Tokyo. Sebagai penggantinya, di bagian luar dinding pasar ditempel plakat peringatan Daigo Fukuryu Maru.

Ryokan, penginapan tradisional di Jepang

Image result for Ryokan

Ryokan (旅館) adalah penginapan dengan fasilitas dan bangunan berarsitekturJepang. Penginapan jenis ini menyediakan kamar bergaya Jepang yang berlantaikan tatami.

Ada beberapa jenis ryokan berdasarkan daya tarik yang ingin dijual: ryokan di daerah wisata, ryokan onsen, ryokan yang menyediakan santapan istimewa, ryokan kelas ekonomi, dan ryokan untuk kelompok murid sekolah yang studi wisata. Bila bangunan penginapan menyerupai rumah tinggal, atau penghasilan utama berasal dari bidang usaha lain, maka pengelola penginapan sering menyebutnya minshuku. Walaupun demikian, pembedaan jenis penginapan menjadi ryokan, minshuku,hotel, atau pension, tidak lain merupakan strategi pengelola agar tamu mau datang menginap.

Ciri khas penghinapan

Pemandian air panas

Image result for onsen ryokan

Di ryokan yang memiliki onsen (onsen ryokan), tamu yang menginap disediakan tempat pemandian (ofuro) bersama untuk mandi berendam air panas. Pemandian air panas disediakan terpisah untuk pria dan wanita, dan waktu penggunaannya untuk mandi diatur oleh pihak ryokan.

Makan malam dan makan pagi

Image result for RyokanTarif penginapan biasanya sudah termasuk biaya makan malam dan makan pagiala Jepang (tarif satu malam ditambah dua kali makan). Walaupun demikian, ada pula ryokan yang menawarkan paket bermalam tanpa makan atau paket bermalam hanya dengan makan pagi, terutama di ryokan kelas ekonomi.

Hidangan makan malam di ryokan berupa kaiseki yang menampilkan masakan daerah dari bahan makanan yang sedang musim dan produk unggulan daerah. Ryokan yang berada di dekat laut menghidangkan makanan laut, sementara ryokan yang berada di pegunungan menghidangkan hidangan dari sayuran pegunungan atau ternak produk lokal.

Pakaian tidur 

Pengelola ryokan menyediakan yukata untuk dipakai tamu sebagai pakaian tidur atau ketika makan di ruang makan bersama. Di ryokan yang memiliki onsen, yukata juga dipakai ketika pergi ke pemandian air panas. Di onsen ryokan, tamu yang sedang menginap bisa berjalan-jalan di luar atau pergi ke onsen di tempat lain yang berdekatan dengan mengenakan yukata.

Pada zaman dulu, onsen ryokan sering tidak memiliki pemandian sendiri. Disediakannya yukata sebagai pakaian sebelum/sesudah mandi memudahkan tamu ketika pergi ke onsen langit terbuka yang digunakan bersama tamu dari ryokan lain. Pengelola ryokan juga meminjamkan alas kaki geta untuk berjalan-jalan di luar atau payung tradisional Jepang ketika turun hujan.

Ruang makan bersama

Di sebagian ryokan, makan malam dan makan pagi dihidangkan di ruang makan bersama (ruang pesta) pada jam makan yang diumumkan sebelumnya. Di ruang makan bersama sering dilangsungkan pertunjukan untuk tamu atau karaoke. Sebagian ryokan juga memiliki ruangan untuk bermain tenis meja.

Sebuah meja terdapat di tengah-tengah ruang kamar tidur tamu. Di atas meja ini tamu dapat membuat teh. Hidangan makan malam dan sarapan dihidangkan di atas meja tersebut, kecuali bila hidangan makan disajikan di ruang makan bersama.

Pelayanan tamu

Image result for RyokanRyokan memberikan pelayanan tamu dengan sangat mendetail. Pelayanan terhadap tamu merupakan tanggung jawab manajer wanita ryokan yang disebut okami (女将). Wanita yang menjadi okami umumnya adalah istri pemilik ryokan atau wanita pemilik ryokan. Di ryokan mewah atau ryokan yang menekankan tradisi, pelayanan tamu dilakukan oleh pegawai wanita yang disebut nakai (仲居). Staf ryokan mengenakan pakaian tradisional Jepang, termasuk kimono yang dikenakanokami dan nakai.

Tamu yang menginap tidur di atas futon yang digelar setelah tamu selesai makan malam. Ketika tamu sedang tidak berada di kamar, nakai menyiapkan futon untuk tamu beristirahat. Keesokan paginya, wanita pegawai ryokan akan menggulung dan menyimpan kembali futon ketika tamu sedang makan pagi. (sumber: dari beberapa sumber)

Syahdunya suara Shamisen

Image result for shamisen

Shamisen atau samisen (三味線) adalah alat musik dawai asal Jepang yang memiliki tiga senar, dan dipetik menggunakan sejenis pick yang disebut bachi.

Di dunia musik Jepang abad modern (kinsei hōgaku) seperti genre jiuta dansōkyoku (sankyoku), shamisen dikenal sebagai san-gen (三弦, 三絃, tiga senar), sedangkan di daerah Okinawa dikenal dengan sebutan sanshin (三線).

Badan shamisen (disebut ) dibuat dari kayu, berbentuk segi empat dengan ke empat sudut yang sedikit melengkung. Bagian depan dan belakang dilapisi kulit hewan yang berfungsi memperkeras suara senar. Kulit pelapis shamisen adalah kulit bagian perut kucing betina yang belum pernah kawin. Sedangkan shamisen kualitas biasa dibuat dari kulit bagian punggung dari anjing. Shamisen yang dibuat kulit imitasi memiliki kualitas suara yang tidak bagus sehingga kurang populer.

Bentuk Shamisen

Image result for shamisen

Panjang shamisen hampir sama dengan gitar tapi leher (sao) lebih langsing dan tanpa fret. Leher shamisen ada yang terdiri dari 3 bagian agar mudah dibawa-bawa dan disimpan. Leher shamisen yang utuh dan tidak bisa dilepas-lepas disebut leher nobezao.

Sutra merupakan bahan baku senar untuk shamisen. Tsugaru-jamisen yang berasal dari daerah Tsugaru ada yang memakai senar dari serat nilon atau tetoron. Senar secara berurutan dari kiri ke kanan (dari senar yang paling tebal) disebut sebagai ichi no ito (senar pertama), ni no ito (senar kedua), dan san no ito (senar ketiga).

Jenis Shamisen

Image result for kind of shamisenShamisen terdiri dari 3 jenis berdasarkan ukuran leher: Hosozao (leher sempit), Nakazao (leher sedang), dan Futozao (leher besar). Selain itu, jenis shamisen dikelompokkan berdasarkan nama kesenian:

  • Nagauta shamisen, berleher langsing, dipetik dengan pick besar dari gading gajah, dan dipakai pada pertunjukan kabuki
  • Gidayū shamisen, berleher besar dan tebal, dan digunakan sebagai pengiring jōruri
  • Tokiwazu-bushi shamisen, berleher sedang
  • Kiyomoto shamisen, berleher sedang.
  • Jiuta shamisen, berleher sedang, dipetik dengan pick yang disebut Tsuyamabachi dari bahan gading gajah. Shamisen jenis ini sering disebut sankyoku, dimainkan bersama koto, kokyū, dan shakuhachi.
  • Shinnai shamisen, berleher sedang, dipetik dengan menggunakan kuku jari.
  • Yanagawa shamisen (Kyō-shamisen), berleher lebih langsing dari Hosozao, merupakan model shamisen yang paling tua
  • Tsugaru-jamisen, berleher lebar dan tebal, digunakan untuk lagu daerah yang disebut Tsugaru-minyō, dan dipetik menggunakan bachi yang berukuran lebih kecil dan dibuat dari tempurung kura-kura.
  • Sanshin asal Kepulauan Ryūkyū, digunakan di prefektur Okinawa dan bagian paling ujung prefektur Kagoshima. Shanshin dibuat dari kulit ular sanca asal Indonesia, leher shamisen dipernis dengan urushi, serta dipetik tidak memakai bachi, melainkan dengan pick dari tanduk kerbau.
  • Gottan, asal Prefektur Kagoshima, dibuat seluruhnya dari kayu dan tidak memakai kulit hewan.

Sejarah Shamisen

Dalam penggolongan alat musik, shamisen termasuk alat musik petik serupa lute dengan leher (neck) yang disambung ke badan. Di seluruh dunia terdapat banyak sekali berjenis-jenis alat musik serupa lute, mulai dari gitar, sitar, hingga ukulele. Kebudayaan Mesir kuno mengenal alat petik bersenar tiga yang di Persia berkembang menjadi setaru atau sitar (“san” berarti “tiga” dan “taru” berarti “senar”). Di Tiongkok, alat musik serupa sitar yang dibuat dengan pelapis kulit ular disebut sanshen (sanxian). Perdagangan antara Kerajaan Ryūkyū dan Fuzhou memperkenalkan alat musik sanshen yang kemudian di Okinawa disebut sanshin.

Di akhir abad ke-16, sanshin yang dibawa kapal dagang asal Ryūkyū diperkenalkan ke penduduk kota Sakai. Shamisen tertua yang masih ada sekarang adalah shamisen bernama Yodo hasil karya pengrajin di Kyoto. Shamisen ini khusus dibuat atas perintah Toyotomi Hideyoshi untuk dihadiahkan kepada sang istri Yodo-dono. Shamisen Yodo mempunyai bentuk yang tidak jauh berbeda dengan shamisen yang ada sekarang.

Perkembangan sanshin asal luar negeri menjadi shamisen tidak lepas dari peran pemusik tunanetra asal perkumpulan tunanetra Tōdōza. Sanshin yang dimainkan dengan pick berbentuk kuku dari tanduk kerbau berkembang menjadi shamisen yang dipetik dengan bachi yang digunakan untuk memetik alat musik biwa. Bunyi shamisen yang lebih garing ternyata lebih disenangi orang dibandingkan bunyi biwa yang terkesan berat dan serius.

Salah satu pemusik tunanetra bernama Ishimura Kengyō berjasa mengembangkan teknik permainan hingga shamisen digemari rakyat banyak. Di awal zaman Edo, Ishimura Kengyō mempelopori genre musik yang menggunakan shamisen dan dikenal sebagai Jiuta. Secara garis besar musik shamisen dibagi menjadi dua jenis, Utaimono (pengiring lagu) danKatarimono (pengiring cerita).

sumber: dari beberapa sumber

Matcha, si teh hijau

Hasil gambar untuk matcha

Matcha (抹茶, teh bubuk) adalah teh hijau berbentuk bubuk yang dibuat dari menggiling teh hijau hingga halus seperti tepung. Selain diminum pada upacara minum teh, matcha digunakan sebagai bahan perisa dan pewarna untuk berbagai jenis makanan, seperti mochi, soba, es krim, es serut, cokelat, berbagai jenis kue Barat, dan wagashi.

Upacara minum teh mengenal dua jenis minuman teh dari matcha, koicha (teh kental) dan usucha (o-usu atau teh encer). Keduanya berbeda dalam kadar kekentalan, dan cara meminum. Teh jenis koicha dan usucha keduanya disajikan dalam upacara minum teh yang sangat formal. Walaupun demikian, upacara minum teh yang hanya menyajikan usucha tetap bisa bersifat formal.

Matcha kualitas terbaik memiliki rasa lebih manis dan tidak terlalu pahit. Minuman koicha hanya dibuat dari matcha kualitas terbaik yang harganya mahal, tapi matcha tersebut bisa juga dipakai untuk membuat usucha. Alat pengocok yang disebut chasen digunakan untuk melarutkan matcha, atau mengocoknya hingga berbusa sewaktu membuat usucha.

Hasil gambar untuk how to make matcha green tea

Semangkuk koicha dibuat untuk diminum bersama oleh tamu yang hadir secara bergiliran. Seorang tamu hanya boleh meminum teh yang menjadi bagiannya, dan menyisakan selebihnya untuk tamu yang lain. Tamu yang mendapat giliran terakhir untuk minum diharuskan menghabiskan teh yang tersisa di dalam mangkuk.

Sewaktu membuat koicha, takaran matcha adalah 3 chashaku (sendok kecil dari bambu) untuk satu orang. Bila ada 4 orang tamu, maka takaran matcha untuk semangkuk koicha adalah 12 chashaku. Kue tradisional Jepang (wagashi) yang disajikan bersama koicha adalah kue namagashi (“kue basah”) seperti nerikiri.

Semangkuk usucha dibuat untuk diminum habis oleh seorang tamu. Takaran matcha yang digunakan adalah 1½ chashaku untuk satu mangkuk. Usucha dihidangkan pada upacara minum teh yang dihadiri oleh banyak tamu, atau upacara minum teh ala kuil Zen. Wagashi yang dihidangkan bersama usucha adalah kue higashi (kue yang lebih kering dari namagashi). Pada upacara minum teh yang hanya menyajikan usucha dan tidak menyajikan koicha, kue yang dihidangkan bisa saja berupa higashi atau namagashi.

Masing-masing aliran upacara minum teh memiliki standar kadar busa pada permukaan teh. Aliran Urasenke menetapkan seluruh permukaan teh dipenuhi busa bagaikan susu kocok. Sebaliknya, aliran Omotesenke menetapkan sebagian permukaan teh harus terlihat bebas dari busa. Aliran Mushanokōjisenke bahkan hanya membolehkan sangat sedikit busa pada permukaan teh.

Sejarah

Kebiasaan minum teh dimulai di Tiongkok pada zaman Dinasti Tang, namun baru menjadi populer pada zaman Dinasti Song. Khasiat dan cara membuat teh dicatat dalam kitab Cha Ching sekitar abad ke-8.

Pada zaman Heian, orang Jepang hanya mengenal Dancha (teh dalam bentuk bulatan seperti bola). Matcha diperkirakan pertama kali dibuat di Tiongkok pada abad ke-10. Orang Jepang mengenal matcha sejak abad ke-12 (zaman Kamakura) setelah matcha dibawa ke Jepang oleh pendeta Zen aliran Rinzai bernama Eisai.

Matcha dibuat dari teh hijau yang disebut Tencha. Di perkebunan, tanaman ditutup dengan jerami atau kerai agar daun teh tidak terkena sinar matahari langsung (sama dengan cara pembuatan teh hijau Gyokuro). Setelah dipetik, daun teh langsung dikukus dan dikeringkan. Teh untuk matcha tidak diremas-remas seperti sewaktu membuat teh hijau jenis Sencha atau Gyokuro. Alat penggiling dari batu digunakan untuk menggiling daun teh yang sudah kering hingga halus menjadi tepung. (sumber: dari beberapa sumber)

Akupunktur

Hasil gambar untuk apa itu akupuntur

Akupunktur adalah salah satu dari cabang utama kedokteran Tradisional Cina. Dalam praktiknya, sebuah terapi akupunktur melibatkan penggunaan jarum yang ditusukkan ke beberapa titik spesifik pada tubuh. Proses ini dipercaya dapat menyesuaikan dan mengubah aliran energi menuju pola yang lebih sehat, dan ini digunakan untuk mengatasi berbagai macam penyakit dan keluhan kondisi kesehatan.

Bagaimana Akupunktur Bekerja

Penjelasan klasik dari kedokteran Cina adalah bahwa di dalam tubuh kita terdapat saluran-saluran energi yang memiliki pola tertentu di seluruh bagian dan permukaan tubuh kita. Saluran energi yang dikenal dengan meridian ini dapat dibayangkan seperti sungai yang mengalir ke seluruh tubuh kita seperti sistem irigasi yang menghidupkan jaringan-jaringan di tubuh kita. Sebuah hambatan pada pergerakan sungai energi ini bersifat layaknya sebuah bendungan yang menghambat laju alir ke sisi setelahnya.

Meridian-meridian ini dapat dipengaruhi kinerjanya menggunakan penusukan pada titik-titik akupunktur, jarum-jarum tersebut akan mengangkat sumbatan pada bendungan energi dan mengembalikan aliran yang seharusnya pada meridian-meridian. Terapi Akupunktur dapat membantu organ dalam pada tubuh untuk membenahi ketidakseimbangan pada fungsi pencernaan, penyerapan dan aktivitas produksi energi serta sirkulasi energi dari organ-organ dengan mendayagunakan sistem meridian.

Penjelasan saintifik modern menyatakan bahwa penusukan titik-titik akupunktur merangsang sistem syaraf untuk melepaskan zat-zat kimia di otot-otot, tulang belakang dan otak. Zat-zat kimia ini akan mengubah pengalaman atas rasa nyeri atau memicu pelepasan zat kimia dan hormon lainnya yang mempengaruhi sistem regulasi internal tubuh sendiri.

Keseimbangan energi dan biokimia yang meningkat oleh terapi akupunktur pada akhirnya akan merangsang kemampuan penyembuhan alami tubuh, dan untuk meningkatkan kondisi kesehatan fisik dan emosi.

Apa saja yang bisa ditangani menggunakan Akupunktur?

Terapi Akupunktur merupakan sebuah sistem yang dapat mempengaruhi 3 area di bidang perawatan kesehatan:

  • Peningkatan kesehatan dan kualitas hidup
  • Pencegahan penyakit
  • Penanganan terhadap berbagai macam kondisi kesehatan.

Meskipun akupunktur sering diasosiasikan dengan manajemen rasa nyeri, di tangan seorang praktisi akupunktur yang terlatih dengan baik sistem ini dapat digunakan untuk aplikasi kesehatan yang lebih luas. Akupunktur dapat berkhasiat meskipun berdiri sendiri, atau sebagai penunjang atau pelengkap dari perawatan medis konvensional dalam banyak kelainan medis atau pasca operasi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengakui penggunaan akupunktur pada penanganan sejumlah masalah kesehatan seperti:

  • Masalah pencernaan : gastritis, maag, tungkak lambung, spasme usus besar, konstipasi (sembelit), diare
  • Masalah pernafasan: sinusitis, radang tenggorokan, bronkhitis, asma, infeksi dada kambuhan
  • Masalah syaraf dan otot: sakit kepala, pusing, kedutan, nyeri leher, nyeri pada iga, bahu kaku, nyeri pada siku, berbagai macam peradangan otot, nyeri tulang belakang / pinggang bawah, skiatika, osteoarthritis
  • Masalah urinasi, menstruasi dan reproduksi.

Akupunktur seringkali berkhasiat dalam menangani masalah fisik terkait ketegangan, stres dan kondisi emosional.

Sejarah dan Asal Usul Akupunktur

Kitab asli Kedokteran Cina yang terkenal adalah Nei Ching, Kitab Kesehatan Klasik Kaisar Kuning, diperkirakan terbit setidaknya 2500 tahun yang lalu. Sejak saat itu, ribuan buku mengenai pengobatan Cina pun banyak ditulis dan filosofi dasarnya tersebar sejak lama dalam berbagai kebudayaan Asia. Hampir semua bentuk pengobatan Oriental yang digunakan di Barat saat ini, termasuk Akupunktur, Shiatsu, pijat Akupresur dan makrobiotika adalah bagian atau berakar pada pengobatan Cina. Legenda mengatakan bahwa Akupunktur dikembangkan saat dokter perintis di Cina meneliti efek tak terduga dari luka tusukan di tubuh seorang prajurit Cina. Kitab tertua Akupunktur yang diketahui adalah Sistematika Klasik Akupunktur yang diperkirakan terbit pada tahun 282. Meskipun Akupunktur merupakan salah satu teknik yang paling banyak diketahui, pengobatan Cina juga menggunakan obat-obat ramuan herbal, terapi makanan, perubahan gaya hidup dan cara-cara lainnya dalam mengobati pasiennya.

Pada awal masa 1900-an, hanya beberapa dokter Barat yang mengunjungi Cina dan tercengang kagum ketika bersentuhan dengan Akupunktur, namun bagi kalangan diluar komunitas Asia-Amerika, akupunktur masih belum terlalu dikenal sampai pada tahun 1970 saat Richard Nixon menjadi presiden Amerika Serikat pertama dan mengunjungi Cina. Pada perjalanan Nixon, para jurnalis terkagum-kagum melihat sebuah operasi besar dilakukan pada pasien tanpa menggunakan anestesi. Malahan, pasien yang benar-benar terjaga dioperasi hanya dengan menggunakan penusukan jarum akupunktur untuk mengendalikan rasa sakit. Pada saat itu, seorang kolumnis terkenal dari New York Times, James Reston harus menjalani operasi dan memilih menggunakan akupunktur dibandingkan dengan pengobatan nyeri, dan kemudian dia menulis beberapa cerita yang meyakinkan mengenai efektivitas terapi akupunktur yang ia jalani.

Sekarang, akupunktur dipraktekan di lebih dari 50 negara oleh lebih dari 9000 praktisi akupunktur, dengan setidaknya 4.000 tenaga dokter terlibat di dalamnya. Akupunktur telah menunjukkan keberhasilan yang tercatat dalam menangani banyak kondisi, dan lebih dari 15 juta rakyat Amerika telah menggunakannya sebagai solusi kesehatan mereka.

Trafalgar Square, jantung kota London

Trafalgar Square merupakan salah satu ruang terbuka di jantung kota London. Disana Anda dapat melihat berbagai macam kegiatan. Tempat tersebut merupakan tempat favorit masyarakat Inggris untuk berkumpul.

Trafalgar Square dikelola oleh Greater London Authority. Lokasinya terletak di sebelah tenggara pusat kota London. Ruang terbuka tersebut dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Inggris dan para turis. Disana juga sering digunakan untuk berbagai kegiatan antara lain seperti acara khusus dan perayaan seperti pernikahan kerajaan, pembukaan Olimpiade, Hari St Patrick dan Tahun Baru Cina. Jika Anda beruntung disana juga sering diadakan festival film dan fotografi, bahkan unjuk rasa dan demonstrasi juga sering dilakukan di sana.

Sepanjang tahun 1800-an dilakukan beberapa perubahan bentuk taman dan tambahan beberapa ornamen. Pekerjaan dimulai pada National Gallery pada tahun 1832 berdasarkan desain oleh arsitek William Wilkins. Kemudian, pada tahun 1838, Sir Charles Barry seorang arsitek dari Istana Westminster juga mengajukan rencana untuk mengembangkan Trafalgar Square. Proposal Barry yaitu sebuah balkon di sebelah National Gallery termasuk patung memorial Nelson dan dua air mancur.

Pada tanggal 2 Juli 2003 Trafalgar Square secara resmi kembali dibuka oleh Walikota London. Para pejalan kaki sekarang dapat menikmati pusat Trafalgar Square ke National Gallery. Perubahan juga mencakup kafe, toilet umum dan lift untuk akses penyandang cacat.

Trafalgar Square adalah tempat yang memilki nilai sejarah. Di sana terdapat monumen dan patung-patung yang indah. Sejak pembangunannya di awal tahun 1800, Trafalgar Square telah menjadi pusat demokrasi nasional. Unjuk rasa dan demonstrasi sering diadakan di akhir pekan. Uniknya walikota London mendukung kegiatan tersebut bahkan memberikan akses ke pusat Trafalgar Square. Hal itupula yang menjadi daya tarik para turis.

Jika Anda ingin menikmati keramaian Trafalgar Square beralamat di Westminster, Greater London WC2N 5DN. Untuk mencapai tempat ini Anda dapat menggunakan transportasi umum seperti tube dan bus. Stasiun Charing Cross rute Bakerloo dan Northern adalah stasiun tube terdekat dari Trafalgar Square. Anda juga dapat menggunakan bus dengan rute 3, 6, 9, 11, 12, 13, 15, 23, 24, 53, 77A, 88, 91, 139, 159, 176, 453 yang tepat melalui Trafalgar Square. Oya sekedar informasi Anda juga dapat menikmati bus wisata malam yang ada di sana