Tradisi memberikan hadiah di Jepang

 

Memberikan hadiah adalah merupakan simbol kedekatan dan kekerabatan. Memberikan hadiah merupakan media pula untuk menjalin hubungan baik. Di Jepang hal tersebut sering dilakukan. Tetapi masyarakat Jepang memiliki etika tersendiri dalam pemberian hadiah. Di Jepang terdapat situasi atau acara tertentu dimana seseorang memberikan hadiah  kepada kerabat atau teman. Berikut adalah tatacara pemberian hadiah dalam kebudayaan Jepang.

1. Ochugen

Ochugen diartikan sebagai hadiah tengah tahun. Pemberian hadiah ini jatuh pada pertengan tahun , biasanya pada tanggal 15 Juli. Pemberian hadiah ini ditujukan kepasa kerabat sebagai ungkapan terima kasih atas bantuan dan perhatian  juga jasa yang telah mereka berikan. Ochugen biasanya dapat berupa makanan atau barang. Tetapi biasanya diambil dari tempat pembuatan barang tersebut berasal dan di kirim langsung kepada kerabat atau teman yang di tuju. Hal tersebut disebut sebagai Sanchokuhin.

Setelah barang dikemas dalam sebuah kotak,lalu ditempel noshi pada kotak tersebut. Noshi adalah kertas yang ditulisi nama pengirim di bagian bawah dan tertulis “Ochugen” pada bagian atas

2. Oseibo

Oseibo sebenarnya mirip dengan Ochugen, tetapi waktu pemberian hadiah pada penghujung tahun. Biasanya pada tanggal 5 dan 20 Desember. Hadiah ini diberikan kepada kerabat atau teman sebagai tanda terima kasih karena telah membantu didalam aspek pekerjaan, seperti teman sekantor. Isi hadiahnya dapat berupa makanan atau minuman atau produk yang dapat dikonsumsi sehari-hari.

3. Otoshidama

Otoshidama adalah hadiah yang diberikan pada awal tahun. Biasanya hadiah ini diberikan pada tanggal 1 sampai dengan 3 Januari. Hadiah ini diberikan kepada anak-anak berupa uang kertas minimal sebesar 1000 yen  dan harus uang kertas tidak boleh uang receh atau koin. Uang kertas tesebut dilipat menjadi tiga bagian dan dimasukkan ke dalam amplop warna-warni.

4. Omiyage

Omiyage adalah buah tangan atau oleh-oleh. Hadiah ini merupakan ungkapan terimakasih. Biasanya buah tangan tersebut  adalah produk lokal dari tempat asal si pemberi. Barang tersebut dapat berupa cindera mata.

 botol sake dengan kimono ini dapat dijadikan Omiyage.

Ada hal unik di Jepang, pada saat seorang gadis memberikan hadiah kepada pacarnya di hari Valentine yang jatuh pada bulan Februari maka pacarnya akan membalas memberikan hadiah pada hari White Day yang jatuh pada bulan Maret. Nah, itulah tradisi pemberian hadiah di Jepang.

Kita dapat menyimak tentang pemberian hadiah melalui video berikut

sumber: dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s